Contoh Perhitungan Investasi

Dalam postingan sebelumnya, saya telah membahas 7 langkah memulai investasi nah dipostingan kali ini kita akan membuat simulasi perhitungan dalam memulai investasi. Langsung saja kita mulai dari langkah pertama yaitu:

Menentukan berapa target nilai investasi yang ingin dicapai

Saya akan membuat contoh perhitungan investasi untuk persiapan pensiun. Berapa jumlah yang ingin saya capai ketika pensiun nanti bisa diperkirakan atau dihitung memakai metode yang lumayan trend di amerika sekarang ini yaitu FIRE movement.   

Fire disini artinya bukan api melainkan singkatan dari Financial Independent Retired Early yang artinya kebebasan financial dan pensiun dini. Dimana kita memiliki aset atau kekayaan yang cukup untuk membiayai hidup walaupun tidak bekerja lagi sejak usia muda (tidak mengikuti pola pensiun normal di usia sekitar 55 tahun).

Target investasi yang ingin dicapai dapat dihitung berdasarkan jumlah pengeluaran setiap bulannya.  Sebagai contoh saya menargetkan pengeluaran bulanan dimasa pensiun nanti adalah 10 juta perbulannya. Angka ini tentu saja berbeda untuk setiap orangnya, tergantung kebutuhan dan keinginan masing-masing. 

Dari angka 10 juta/bulan tersebut kita memperoleh pengeluaran sebesar 120 juta/tahunnya. Nah dari angka ini kita bisa mengitung target angka yang ingin dicapai, berdasarkan rumus FIRE movement angka pengeluaran tsb kita kalikan 25 maka akan memperoleh nilai Rp 3 Milliar. 

Uang sebesar 3 M ketika pensiun kita tempatkan pada instrumen yang liquid yang memiliki return yang lumayan yakni reksadana pasar uang. Sebagai contoh reksadana pasar uang memiliki return 7% per tahun. Maka Investasi uang 3 M tersebut akan memberikan return yang cukup untuk biaya hidup tanpa mengurangi total investasi kita. 

Investasi = Rp 3 M
Return 7% = Rp 210 juta
Dari return tsb, Rp 120 juta (4%) kita pakai sebagai biaya hidup dan Rp 90 juta (3%) kita investasikan kembali untuk melawan inflasi/penurunan nilai uang.  

Sehingga dengan investasi sebesar 3 M tersebut kita dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga mempertahankan nilai uang kita terhadap faktor inflasi.

Menentukan berapa lama waktu investasi  

Ini tergantung pada masing-masing individu, sebagai contoh saat ini saya berumur 29 tahun (atau kita bulatkan saja 30 tahun) apabila ingin pensiun normal pada usia 55 tahun maka saya memiliki waktu investasi selama 25 tahun. Jika lebih extreme lagi saya ingin pensiun dini pada usia 40 tahun maka saya hanya punya 10 tahun untuk mempersiapkan tabungan pensiun. 

Di postingan ini saya akan menghitung berbagai macam waktu investasi mulai dari 10, 15, 20 hingga 25 tahun. Sehingga dapat memberikan gambaran yang nyata perbedaan jumlah uang yang perlu disisihkan tiap bulannya. 

Memilih jenis investasi 

Dalam melakukan investasi dengan jangka waktu yang panjang yakni diatas 10 tahun maka intrumen investasi yang dapat dipilih yaitu Reksadana pendapatan tetap, Reksadana campuran atau investasi saham. Sesuai dengan rule of thumb berikut. 
Namun untuk memberikan gambaran yang menyeluruh, dipostingan ini saya akan menghitung untuk semua jenis investasi mulai dari:
- Menyimpan uang dirumah, return 0%
- Menabung di Bank, return 0.7% per tahun (sumber: suku bunga Bank Mandiri)
- Deposito Bank, return 4.5% per tahun (sumber: suku bunga Bank Mandiri)   
- Reksadana pasar uang, return 6% per tahun
- Reksadana pendapatan tetap, return 10% per tahun
- Reksadana campuran/saham, return 15% per tahun
Untuk history return reksadana bisa dilihat di situs www.bareksa.com 

Menghitung jumlah uang yang perlu diinvestasikan 

Untuk mempermudah perhitungan, saya memakai kalkulator investasi di situs Reksadana Manulife dengan membandingkan antara berbagai macam jenis investasi dan durasi waktu investasi yang memberikan hasil sebagai berikut:

Atau lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Jumlah uang yang perlu kita sisihkan tentu saja paling banyak jika menabung dirumah dan durasi waktu terpendek (10 tahun). Dengan melihat tabel tersebut tentu saja kita bisa mengukur dimana kemampuan kita sehingga dapat membantu mengambil keputusan dalam memilih jenis instrumen investasi dan durasi waktu yang diperlukan.

Misalnya kita adalah karyawan perusahaan yang memiliki gaji bulanan sebesar Rp 10 juta. Setelah kita mengurangi penghasilan tersebut dengan pengeluaran sehari-hari, bayar utang, tabungan jangka pendek dan menengah diperoleh sisa sekitar Rp 3 juta. Maka nilai Rp 3 juta inilah yang dapat kita jadikan patokan untuk memilih instrumen dan durasi investasi yang tepat.

Sehingga instrumen yang dapat dipilih orang tersebut adalah Reksadana pendapatan tetap (expected return 10%) atau reksadana campuran/saham (expected return 15%) dengan durasi 20-25 tahun. Tentu saja ini hanya contoh dan bergantung ke kekuatan financial masing-masing individu.

Dalam memilih instrumen investasi tetap lihatlah potensi resiko yang dihadapi atau lebih mudah melihat tabel rule of thumb memilih instrumen investasi. Jangan sampai kalian salah memilih seperti misalnya investasi dengan resiko tinggi (saham) untuk mencapai target dalam waktu yang singkat (< 3 tahun).

Demikian contoh perhitungan investasi yang dapat kalian terapkan pada target investasi kalian misalnya membeli rumah, mobil, tabungan haji, uang kuliah anak dan lain-lain. Semoga bermanfaat. 

No comments for "Contoh Perhitungan Investasi"

Berlangganan via Email