7 Langkah Memulai Investasi

Halo teman-teman, di postingan kali ini saya akan membahas tentang metode melakukan investasi secara sederhana yakni menghitung berapa banyak uang yang perlu disimpan atau diinvestasikan setiap bulannya untuk mencapai jumlah tertentu dalam jangka waktu yang sudah ditargetkan.
Langkah Memulai Investasi

Ada beberapa hal yang harus dilakukan:

Menentukan berapa target nilai investasi yang ingin dicapai

Target yang ingin dicapai tergantung masing-masing individu bisa membeli rumah, mobil, biaya kuliah anak, uang pensiun, uang berangkat haji dan lain-lain. Yang perlu diperhatikan adalah jangan lupa memasukan faktor inflasi dan kenaikan harga barang/jasa ke perhitunganmu. Sebagai contoh biaya kuliah tahun 2008 hanya 2.5 juta per semester sedangkan 10 tahun kemudian di tahun 2018 biaya kuliah sudah mencapai 10 juta per semester. 

Untuk itu target investasi yang ingin kalian capai harus memperkirakan harga/biaya dimasa depan, jangan sampai uang yang sudah dikumpulkan ternyata tidak cukup untuk membeli barang/jasa yang kalian inginkan. Cara yang paling mudah adalah dengan menambahkan faktor inflasi ke harga/biaya saat ini, dengan formula berikut:

FV = PV x [1+(i x n)]
Dimana: 
FV = Future value yakni perkiraan nilai barang / jasa dimasa depan
PV = Present value, nilai barang/jasa saat ini
i = durasi waktu (dalam tahun)
n = suku bunga atau faktor inflasi per tahunnya (%)

Atau yang lebih simpel lagi dengan melihat historikal harga beberapa tahun terakhir. Misalnya dalam 10 tahun, biaya kuliah naik 4 kali lipat dari (2.5 juta ke 10 juta). Maka bisa diperkirakan dalam 10 tahun ke depan biaya kuliah akan naik 4 kali lipat juga. 

Menentukan berapa lama waktu investasi 

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menentukan durasi waktu investasi. Ini bergantung kepada target masing-masing individu ada yang waktunya bisa diatur dan ada juga yang tidak bisa. Misalnya biaya kuliah anak tentunya sudah hampir dapat dipastikan diumur 18 tahun akan masuk kuliah, sehingga ada batasan dalam menentukan durasi investasi. Berbeda kasus dengan sesuatu yang bisa kita tunda, misalnya membeli mobil. Dalam kasus membeli mobil tidak ada keharusan kapan kita mesti memiliki mobil sehingga durasi investasi dapat kita pilih sesuai dengan kemampuan bisa 3 tahun, 5 tahun atau bahkan 10 tahun. 

Dalam menentukan durasi investasi, semakin lama durasi investasi tentunya semakin sedikit uang yang perlu disisihkan tiap bulannya. Sehingga semakin awal kita menentukan target berinvestasi maka semakin baik.

Memilih jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan

Ada banyak jenis investasi yang dapat kita pilih mulai dari menabung konvensional di Bank (sebenarnya ini bisa dibilang bukan investasi), unit link yang ditawarkan pihak asuransi (aku gak merekomendasikan ini, mengingat banyak kasus gagal bayar seperti bumiputera dan jiwasraya), investasi reksadana (ada beberapa macam reksadana yakni pasar uang, pendapatan, tetap dan saham), P2P lending dan investasi saham di pasar modal. Setiap macam jenis investasi tersebut menawarkan expected return yang beraneka ragam berdasarkan history return dalam beberapa tahun terakhir.
Rule of thumb memilih instrumen investasi 
Sebagai investor tentunya kita tidak hanya melihat berapa potensi return yang ditawarkan namun juga harus melihat resiko yang dihadapi seperti gagal bayar, perusahaan default/likuidasi dan lain-lain. Hal utama yang perlu kita perhatikan ketika memilih instrumen investasi adalah jumlah return yang ditawarkan. Apabila ada investasi yang menawarkan return besar dalam waktu singkat, misalnya investasi yang menghasilkan 10% return setiap bulannya maka segera tutup telinga dan kabur saja. Apalagi jika mereka menawarkan bonus jika kita merekrut member baru, hampir dapat dipastikan investasi tersebut adalah investasi bodong yang melakukan trik penipuan seperti skema ponzi dan lain-lain.

Sebagai gambaran Warren Buffet yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia (saat ini no 3) hanya menghasilkan return yang konsisten sebesar 20% per tahunnya. Jadi return investasi 10% perbulannya seperti yang sering ditawarkan oleh investasi odong-odong tentu sangat tidak masuk akal.

Menghitung jumlah uang yang perlu diinvestasikan 

Dalam menghitung berapa banyak uang yang perlu diinvestasikan perlu ditentukan cara investasi yang dipilih. Ada 2 jenis cara melakukan investasi:
- Pertama, melakukan investasi diawal tanpa melakukan penanaman modal secara periodik. Misalnya menabung sejumlah dana diawal dalam deposito bank.
- Kedua,  melakukan investasi secara periodik. Misalnya menyisihkan sebagian uang untuk membeli reksadana pasar uang setiap bulan.
Untuk memudahkan proses perhitungan ini kita dapat memakai kalkulator investasi yang sudah banyak di internet. Salah satu contohnya kita dapat memakai kalkulator investasi dari manulife:
https://reksadana-manulife.com/kalkulator
Kalkulator Investasi Online
Data yang perlu kita masukkan adalah nilai investasi awal, frekuensi deposit reguler, suku bunga per tahun, jangka waktu investasi dan target nilai investasi diakhir periode.

Menginvestasikan uang yang dimiliki sesuai dengan rencana tersebut

Setelah melakukan langkah 1-4 maka hal yang terpenting adalah TAKE ACTION. karena tentu saja sangat percuma apabila kita hanya membuat planning tapi tidak melakukan action.

Melakukan review apakah return yang dihasilkan sesuai dengan rencana awal atau tidak

Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan review terhadap investasi yang telah kita lakukan secara periodik, misalnya setiap 6 bulan atau satu tahun sekali. Kita dapat melihat apakah investasi yang sudah dilakukan sesuai dengan perencaan awal dari sisi return atau loss yang terjadi.
Apabila dirasa instrumen investasi yang kita pilih tidak sesuai ekspektasi maka boleh kita pertimbangkan untuk memilih produk/investasi yang lain. Misalnya kita telah membeli reksadana pasar uang produk manager A dan setelah kita review ternyata kinerja tidak sesuai harapan maka kita dapat mencari investasi sejenis (reksadana pasar uang produk manager B) yang dapat memberikan return sesuai perencanaan awal.

Konsisten melakukan investasi dan review terhadap return dan potensi loss secara berkala

Last but not least, konsistensi dalam melakukan investasi dan review secara berkala. Lakukan 7 langkah investasi ini sampai kita mencapai target yang diharapkan.
Demikian kiat-kiat memulai investasi, semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca.

No comments for "7 Langkah Memulai Investasi"

Berlangganan via Email